Ketika aku tahu telah memasuki menit-menit dalam kata "menyerah"
Hanya seseorang yang berkata dengan nyanyiannya jika semua masih dalam baik-baik saja
Ketika menit-menit jauh sebelumnya sebuah nama telah dilupakan dan terseret jauh seperti neraka itu ,setiap saat dia tersenyum dan berkata "berkenankah kau kelak masuk kedalam peti biruku"
Tak perduli aku pergi kemana karena semua terekam dalam ingatan yang baik untuk peti biruku bersamamu
Kau melihatku seperti barat tanpa bisa menjelaskan kenapa hujan itu datang dan belajar bagaimana cara berteduh
Apakah kegilaan ini sempurna untuk diakui secara nyata sampai semua terlihat bukan apa-apa ?


11/05/2011 01:33:00 AM
Fayora Azael

0 comments:
Post a Comment