Blogroll

Wednesday, May 12, 2010

Wanita Muda Yang Pelacur



dia kembali merias wajahnya,
memberikan sedikit rona merah di kedua pipi
memberi aroma pada setiap bagian tubuhnya sebelum dibalut oleh pakaian seronoknya..
sesaat menghirup udara hangat yang bersahabat dan mengenakan jacket ketatnya karena diluar sana pasti lebih dingin dari malam biasanya karena cuaca mendung.

Langkah gemulai telah membawanya
Sesaat kepala tak lagi menunduk padahal masih ada rasa malu
Apa dayanya ketika semua itu telah terlampiaskan oleh tangis sebelumnya .

dia pulang untuk istirahat
melangkah dengan lelah
jacket yang tak lagi melindungi tubuh mungilnya dari dingin
menghitung uang yang didapat berkat malam yang tiba-tiba cerah
dan berharap malam esok lebih menghasilkan
dia pulang dan tertidur tanpa sempat mengganti pakaian seronoknya
keesokan pagi dia telah menjadi seorang istri yang dibangunkan sang suami yang tidur disebelahnya karena segar ini adalah sejuknya pagi ..
dan itu hanyalah mimpi ..

lagi-lagi dia kembali menangis
melihat santun cermin yang tak pernah memandang rendah dirinya walau dia telah terlihat hina dan mulai menua
hidup hampa berharap seseorang akan merias wajahnya dengan riasan pengantin
lalu siapa pendamping itu sesekali tanyanya..??
pertanyaan yang hanya membuat dia lelah,
diapun kembali melanjutkan tidur mempersiapkan dirinya untuk malam yang panjang
untuk berganti ranjang dengan lelaki yang tak jelas berapa banyaknya
karena dia hidup sebagai pelacur yang belum mendapatkan jalan keluar ..

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Bintang Hijau yang menyala | Bloggerized by MayatHidup - Premium Blogger Themes | Enterprise Hell Project