Blogroll

Tuesday, May 11, 2010

Aku dan Dunia

menarik nafas di dunia sang maha karya
melihat putih kebiruan diatas sana
melihat angin menari dengan debu
semilir tercium aroma tanah

inilah yang mereka sebut dunia
aku mulai menyukainya
sedikit takut kututup mata karena perubahan yang mereka lakukan
peradaban yang tak lagi mengenal budaya..
wajah-wajah pucat yang tak lagi di perhatikan
saling berebut nafas betapa sesak dunia ini
tak ada lagi tawa bahkan senyum mulai samar
wajah-wajah pucat yang pasrah
akhirnya mereka dibeli

manusia yg memenjarakan manusia lain
hanya sedikit yang perduli..
tangis haru bahkan darah prihatin akan
kebebasan tanpa syarat dan norma

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Bintang Hijau yang menyala | Bloggerized by MayatHidup - Premium Blogger Themes | Enterprise Hell Project